Kasus dugaan pelanggaran aturan finansial Manchester City memasuki fase penentuan. Sejumlah media Inggris pada 25 September 2026 melaporkan klub tersebut dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League. Namun, hasil itu belum diumumkan secara resmi oleh Premier League, sanksi belum dijatuhkan, dan Manchester City masih memiliki hak untuk mengajukan banding.
Laporan mengenai putusan tersebut berasal dari sumber yang mengetahui jalannya proses hukum. Perkara masih berlangsung secara tertutup sehingga angka 114 dakwaan itu belum dapat dianggap sebagai keputusan final yang telah dipublikasikan secara resmi.
Perkara bermula dari rujukan pada 2023
Premier League merujuk Manchester City ke komisi independen pada 6 Februari 2023. Rujukan itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan kompetisi selama sejumlah musim, termasuk persoalan informasi keuangan pada periode 2009/2010 hingga 2017/2018.
Kasus tersebut kemudian dikenal sebagai perkara 115 dakwaan. Tuduhan yang diajukan mencakup dugaan kegagalan menyampaikan informasi finansial secara akurat, termasuk mengenai pendapatan, sponsor, pihak terkait, serta biaya operasional klub. Premier League juga mempersoalkan informasi tentang pembayaran kepada pemain dan manajer.
Selain itu, dakwaan mencakup dugaan pelanggaran aturan finansial UEFA, Profitability and Sustainability Rules (PSR), serta kegagalan bekerja sama dalam penyelidikan Premier League. Tuduhan-tuduhan tersebut berkaitan dengan aktivitas finansial klub selama bertahun-tahun dan diperiksa melalui proses hukum yang berlangsung secara tertutup.
Manchester City membantah seluruh tuduhan. Klub menyatakan sejak awal memiliki bukti yang mendukung posisinya dan tetap mempertahankan pandangan bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran.
Sidang berlangsung hampir tiga bulan
Sidang di hadapan komisi independen yang terdiri atas tiga anggota dimulai pada 16 September 2024 dan berakhir pada 6 Desember 2024. Banyaknya dakwaan serta dokumen yang harus diperiksa membuat proses tersebut menjadi salah satu perkara finansial paling kompleks yang pernah dihadapi klub sepak bola dalam sejarah Inggris.
Putusan tidak langsung diumumkan setelah sidang selesai. Komisi membutuhkan waktu untuk menyusun hasil pemeriksaan. Informasi mengenai putusan kemudian muncul pada September 2026, hampir dua tahun setelah persidangan berakhir.
Manchester City menyebut proses yang dijalankan Premier League masih berlangsung dan sejumlah tahapan penting belum selesai. Klub itu juga diperkirakan menempuh jalur banding apabila hasil perkara tersebut dikukuhkan.
Sanksi belum ditetapkan
Belum ada hukuman yang dijatuhkan kepada Manchester City. Jika pelanggaran terbukti dan putusan akhir tetap berlaku, aturan Premier League menyediakan beberapa pilihan sanksi, mulai dari denda, pengurangan poin, pembatasan atau pembatalan pendaftaran pemain, hingga penangguhan klub dari pertandingan.
Dalam kondisi tertentu, komisi juga memiliki kewenangan untuk merekomendasikan pengeluaran sebuah klub dari kompetisi Premier League. Besaran hukuman tidak otomatis ditentukan hanya dari jumlah dakwaan. Jenis pelanggaran, periode terjadinya pelanggaran, serta keputusan terhadap setiap perkara dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan sanksi.
Proses banding akan diperiksa melalui mekanisme dalam aturan Premier League oleh badan yang berbeda dari komisi pemeriksa sebelumnya. Karena itu, laporan mengenai 114 dakwaan yang dinyatakan terbukti belum berarti Manchester City langsung kehilangan poin atau terdegradasi. Perhatian berikutnya tertuju pada pengumuman resmi, penetapan sanksi, dan jalur banding yang akan ditempuh klub.








