Sunday, October 11, 2026
HomeLifestyle15 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Ginjal

15 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Ginjal

Penurunan fungsi ginjal membuat tubuh kesulitan menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan. Karena itu, penderita penyakit ginjal perlu lebih cermat memilih makanan dan minuman. Pola makan yang dikenal sebagai diet ginjal umumnya mengatur asupan natrium, kalium, fosfor, serta protein agar tidak menambah beban kerja organ tersebut.

Namun, pembatasan makanan tidak bisa disamaratakan untuk semua pasien. Jenis dan jumlah asupan yang diperbolehkan bergantung pada tahap penyakit ginjal yang dialami, termasuk apakah pasien sudah menjalani terapi cuci darah atau dialisis.

Makanan tinggi garam dan kalium perlu diperhatikan

Makanan tinggi natrium atau garam menjadi salah satu kelompok yang perlu dibatasi. Contohnya makanan olahan, makanan kaleng, sosis, kornet, mi instan, dan camilan asin. Natrium berlebih dapat menahan cairan di dalam tubuh serta meningkatkan tekanan darah. Kondisi tersebut berpotensi memperberat kerja ginjal yang sudah mengalami penurunan fungsi.

Sejumlah makanan dan buah juga mengandung kalium dalam kadar tinggi. Pisang, alpukat, jeruk, kentang, tomat, dan bayam termasuk di antaranya. Pada ginjal yang bermasalah, kelebihan kalium tidak dapat dibuang secara optimal sehingga dapat menumpuk di dalam darah.

Penumpukan kalium atau hiperkalemia dapat memicu gangguan irama jantung dan berujung pada kondisi yang berbahaya. Meski demikian, bukan berarti seluruh makanan tersebut otomatis harus dihindari oleh setiap penderita penyakit ginjal. Pengaturan porsi dan pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi pasien.

Batasi fosfor dan protein hewani berlebihan

Kelompok lain yang perlu dikendalikan adalah makanan tinggi fosfor. Produk olahan susu seperti keju, yoghurt, dan susu sapi, serta jeroan, kacang-kacangan, dan minuman bersoda berwarna gelap seperti cola termasuk sumber fosfor yang disebut perlu diperhatikan.

Kadar fosfor yang terlalu tinggi dalam darah dapat mengikis kalsium dari tulang. Dampaknya, tulang bisa menjadi lebih rapuh. Oleh sebab itu, asupan makanan yang mengandung fosfor perlu masuk dalam perencanaan diet pasien penyakit ginjal.

Protein, khususnya protein hewani, juga tidak dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan. Daging merah dan daging olahan dalam porsi besar dapat menghasilkan lebih banyak sisa metabolisme berupa urea. Zat tersebut kemudian harus disaring oleh ginjal, sehingga konsumsinya perlu diatur meskipun tubuh tetap membutuhkan protein.

Pengaturan diet ginjal sebaiknya dilakukan secara personal melalui konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam atau ahli gizi klinis. Penyesuaian ini penting karena kebutuhan pasien berbeda berdasarkan tahap penyakit dan status dialisisnya, demikian informasi yang dikutip dari Kementerian Kesehatan dan sumber lain.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer