Sunday, October 11, 2026
HomeLifestyleTumit Sering Pecah-Pecah? Penyebab dan Cara Merawatnya

Tumit Sering Pecah-Pecah? Penyebab dan Cara Merawatnya

Tumit pecah-pecah terjadi ketika kulit di bagian bawah kaki kehilangan kelembapan, menebal, lalu retak akibat tekanan berulang. Pada kondisi ringan, masalah ini dapat membuat kulit terasa kasar. Namun, retakan yang lebih dalam bisa menimbulkan rasa perih, sakit saat berjalan, bahkan berdarah.

Setiap hari, tumit menopang berat tubuh saat berdiri dan berjalan. Tekanan tersebut, ditambah gesekan dengan alas kaki, dapat memperburuk kulit yang kering dan kehilangan elastisitas. Karena itu, perawatan tidak cukup hanya dengan mengikis kulit yang menebal, tetapi juga perlu menjaga kelembapan serta mengurangi tekanan pada tumit.

Penyebab tumit mudah pecah-pecah

Kulit kering merupakan penyebab yang paling umum. Saat kelembapan berkurang, permukaan kulit menjadi kasar, mengelupas, dan lebih mudah retak. Kebiasaan mandi atau berendam terlalu lama, terutama dengan air panas, dapat membuat kulit semakin kehilangan kelembapan.

Tekanan berulang ketika berjalan atau berdiri juga berperan dalam terbentuknya retakan. Gesekan dengan sepatu yang tidak sesuai dapat memperparah kondisi tersebut. Penggunaan sandal atau alas kaki dengan bagian belakang terbuka bisa membuat tumit lebih banyak terpapar udara dan menerima tekanan tertentu, terutama ketika kulit sudah kering.

Faktor usia turut meningkatkan risiko. Seiring bertambahnya usia, produksi minyak alami kulit dapat berkurang dan terjadi perubahan pada ketebalan kulit. Akibatnya, kulit lebih mudah kering dan kehilangan kelenturannya.

Dalam beberapa kasus, tumit pecah-pecah yang berat atau berulang dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti eksim, psoriasis, infeksi jamur, atau diabetes. Karena itu, masalah yang tidak kunjung membaik sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai kulit kering biasa.

Langkah perawatan di rumah

Pelembap sebaiknya dioleskan setelah mandi, saat kulit masih sedikit lembap. Untuk tumit yang sangat kering, produk dengan kandungan urea, alpha hydroxy acid, atau salicylic acid dapat membantu melembutkan kulit yang menebal sekaligus mempertahankan kelembapan. Pelembap dapat digunakan kembali ketika tumit mulai terasa kering.

Pada malam hari, petroleum jelly dapat dioleskan untuk membantu mengunci kelembapan. Mengenakan kaus kaki setelah pemakaian dapat membantu menjaga produk tetap berada di kulit sepanjang malam.

Kulit menebal memang dapat mendorong seseorang menggunakan batu apung atau alat pengikis. Namun, tindakan tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan. Jangan mengikis bagian tumit yang sedang meradang, gatal, sensitif, atau sudah terluka karena dapat memperburuk kerusakan kulit.

Selama tumit pecah-pecah, pilih alas kaki yang menutup bagian belakang, berukuran sesuai, dan tidak menimbulkan gesekan berlebihan. Waktu mandi juga sebaiknya dibatasi sekitar lima hingga 10 menit dengan air yang tidak terlalu panas. Setelahnya, keringkan kaki secara lembut dan segera gunakan pelembap.

Kapan perlu diperiksa dokter?

Tumit pecah-pecah yang ringan umumnya dapat dirawat dengan menjaga kelembapan serta mengurangi tekanan dan gesekan. Pemeriksaan diperlukan apabila retakan semakin dalam, terasa sangat sakit, berdarah, atau tidak membaik setelah dirawat.

Perhatikan pula tanda infeksi, seperti pembengkakan, perubahan warna kulit, keluarnya cairan, atau nanah. Retakan yang dalam dapat mengganggu pelindung kulit dan memudahkan kuman masuk. Jika tumit terus kering dan pecah-pecah meski sudah dirawat, dokter kulit dapat membantu memastikan apakah terdapat kondisi lain yang menjadi penyebabnya.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer