Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disebut menolak mengunjungi lokasi serangan di Ukraina untuk memeriksa secara langsung laporan dugaan pelanggaran hukum internasional. Pernyataan itu disampaikan Duta Besar untuk Penugasan Khusus Kementerian Luar Negeri Rusia, Rodion Miroshnik, kepada RIA Novosti.
Menurut Miroshnik, penolakan tersebut memperlihatkan sikap yang dinilainya tidak seimbang dalam merespons laporan mengenai dugaan pelanggaran yang dikaitkan dengan Kiev. Ia mengatakan Dewan HAM PBB berulang kali beralasan tidak dapat memverifikasi fakta terkait kasus-kasus tersebut.
Miroshnik pertanyakan alasan Dewan HAM PBB
Miroshnik menilai alasan mengenai keterbatasan verifikasi fakta digunakan untuk menghindari pemeriksaan langsung di lokasi. Ia mengatakan, ketika pihak-pihak terkait meminta dewan datang dan mengecek kondisi di lapangan, lembaga itu justru mengajukan banyak persyaratan.
“Hal ini tentu menunjukkan keberpihakan Dewan HAM PBB dan metode yang sayangnya telah mereka kembangkan sendiri. Mereka bersembunyi di balik metode tersebut. Ketika muncul pertanyaan, ‘datang dan periksa,’ mereka mengajukan 150.000 syarat,” kata Miroshnik.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari kritik Rusia terhadap cara Dewan HAM PBB menangani laporan mengenai dugaan pelanggaran hukum internasional dalam konflik Ukraina. Miroshnik tidak merinci bentuk persyaratan yang dimaksud ataupun lokasi mana saja yang secara spesifik disebut dalam permintaan kunjungan tersebut.
Kritik atas laporan kekerasan seksual
Pada Jumat, Miroshnik juga menuduh Dewan HAM PBB menyebarkan disinformasi ketika menanggapi laporan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengenai kekerasan seksual dalam konflik Ukraina.
Ia menyampaikan tuduhan itu dalam konteks perdebatan mengenai keandalan informasi dan metode verifikasi yang digunakan lembaga-lembaga PBB dalam mendokumentasikan dugaan pelanggaran selama konflik. Dalam keterangannya, Miroshnik menghubungkan sikap dewan terhadap laporan tersebut dengan penolakannya untuk mengunjungi lokasi serangan yang dipersoalkan.
Namun, sumber tersebut tidak memuat tanggapan dari Dewan HAM PBB mengenai tuduhan keberpihakan, alasan penolakan kunjungan, maupun tudingan disinformasi yang disampaikan diplomat Rusia itu. Tidak ada pula rincian lebih lanjut mengenai laporan kekerasan seksual yang disebut Miroshnik, selain bahwa laporan tersebut diterbitkan oleh Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.








