Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Provinsi Kepulauan Riau, untuk bekerja sama dalam membangun Kawasan Transmigrasi Lokal Batam-Rempang-Galang (Barelang) demi mendukung pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City. Menurut Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara, pembangunan kawasan transmigrasi ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap konflik lahan atas hak tanah adat masyarakat setempat akibat pengembangan PSN Rempang. Ia mengungkapkan bahwa pendekatan transmigrasi lokal diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih baik daripada upaya relokasi yang seringkali ditolak oleh sebagian masyarakat setempat.
Program transmigrasi lokal tidak hanya memindahkan lokasi pemukiman warga, tetapi juga mempertimbangkan aspek kesejahteraan, pendidikan, layanan kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja untuk menciptakan dampak positif secara sosial dan ekonomi. Amsakar Achmad, Wali Kota Batam, menyambut baik upaya Kementrans dalam mendukung pengembangan PSN Rempang Eco City, berharap agar Kementerian tersebut dapat membantu membangun rumah dan dermaga bagi warga lokal yang terdampak proyek tersebut.
Nilai investasi tahap pertama PSN Rempang mencapai Rp198 triliun dengan potensi nilai investasi jangka panjang sebesar Rp381 triliun. Proyek ini juga diharapkan dapat menyerap 186 ribu tenaga kerja serta mengurangi emisi karbon sebesar 3,4 juta ton per tahun. Iftitah berharap bahwa pengembangan PSN ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sehingga dapat bersaing bahkan melampaui Singapura di masa depan. Dengan demikian, kolaborasi antara Kementrans dan Pemkot Batam diharapkan dapat memberikan manfaat yang bermanfaat bagi masyarakat setempat dan mendukung kemajuan ekonomi daerah tersebut tanpa melupakan aspek keberlanjutan lingkungan.








