Ikan anglerfish atau Black Seadevil, ditemukan di kedalaman laut sekitar 1500 meter, tetapi baru-baru ini muncul di permukaan laut dekat Pulau Tenerife, Spanyol. Penemuan ini mencuri perhatian kalangan ilmuwan dan peneliti internasional. Spekulasi pun bermunculan tentang alasan munculnya ikan ini ke permukaan, mengundang rasa penasaran publik.
Anglerfish, atau Black Seadevil, dikenal karena penampilannya menyeramkan dengan geraham besar yang dipenuhi gigi tajam dan panjang. Ikan ini ditemukan pertama kali pada tahun 1833 di Greenland. Sejak itu, lebih dari 200 spesies anglerfish telah diidentifikasi, sebagian besar hidup di kedalaman antara 1.000 hingga 16.400 kaki di bawah permukaan laut yang keruh, sementara yang lain ditemukan di perairan tropis yang lebih dangkal.
Ciri khas anglerfish termasuk tubuh bulat, mulut besar, serta taring panjang melengkung. Mereka memiliki antena yang memancarkan sinar untuk menarik mangsa. Warna tubuh anglerfish umumnya abu-abu gelap hingga coklat tua, dengan kepala besar dan mulut lebar yang dipenuhi gigi taring tajam. Anglerfish betina, yang jauh lebih besar dari jantan, memiliki tubuh mirip bola basket dan bisa mencapai berat hingga 110 pon. Panjang anglerfish betina bisa mencapai 3,3 hingga 4 kaki, sementara jantan lebih kecil. Jantan tidak memiliki sifat predator, bergantung pada betina untuk makanan dan kelangsungan hidup.
Anglerfish tidak memiliki gelembung renang, yang menjadi alasan mereka jarang muncul ke permukaan laut. Fenomena ini menarik minat publik dan ilmuwan untuk lebih memahami ikan ini dan ekosistem di kedalaman laut.








