Real Madrid menunjukkan mentalitas berbeda dalam menghadapi pertandingan besar setelah berhasil mengalahkan Atletico Madrid melalui drama adu penalti untuk melaju ke perempat final Liga Champions. Gelandang Jude Bellingham menegaskan bahwa timnya memiliki kepiawaian dan ketenangan yang diperlukan dalam momen-momen krusial seperti ini. Meskipun tidak selalu bergantung pada kualitas luar biasa, Madrid tetap mampu menunjukkan keunggulan dan ketangguhan mereka.
Dalam pertandingan di markas Atletico, Real Madrid harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-1 setelah perpanjangan waktu, membuat agregat menjadi imbang 2-2. Meski tidak tampil dalam performa terbaik, tim asuhan Carlo Ancelotti berhasil menunjukkan mentalitas yang berbeda dalam mengatasi tekanan dan memenangkan laga penting.
Bellingham, yang turut menyumbang satu gol dalam adu penalti, menegaskan bahwa Madrid memiliki cara tersendiri dalam mengatasi laga-laga penting. Madrid memahami situasi pertandingan dengan sangat baik dan mampu menjaga asa meraih trofi Liga Champions ke-16 mereka.
Sebelumnya, Real Madrid berhasil melaju ke perempat final setelah mengalahkan Manchester City 6-3 secara agregat di babak playoff. Namun, menghadapi Atletico di kandang lawan merupakan tantangan tersendiri. Meskipun berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan, Madrid mampu bertahan hingga akhir waktu normal dan perpanjangan waktu.
Keberuntungan akhirnya berpihak kepada Madrid saat penalti Julian Alvarez dari Atletico dianulir karena melanggar aturan. Meskipun kiper Atletico, Jan Oblak, berhasil menggagalkan penalti Lucas Vazquez, kegagalan Marcos Llorente memberikan kesempatan bagi Antonio Rudiger untuk mencetak gol penentu.
Di perempat final, Real Madrid akan bertemu Arsenal yang juga berhasil melaju ke babak delapan besar Liga Champions. Kemenangan atas Atletico Madrid menjadi bukti bahwa Madrid memiliki mentalitas khusus dalam menghadapi pertandingan besar.








