Pemerintah China mengambil langkah-langkah khusus untuk meningkatkan ekonominya, termasuk dengan peningkatan utang pemerintah dan penerbitan obligasi tujuan khusus. Defisit pemerintah diperkirakan mencapai 5,66 triliun yuan, naik dari tahun sebelumnya. Kebijakan moneter yang diterapkan akan menjamin likuiditas yang memadai dengan memotong giro wajib minimum dan suku bunga tepat waktu, serta memberikan dukungan lebih lanjut untuk sektor-sektor seperti inovasi, pembangunan ramah lingkungan, dan bisnis swasta. Bauran kebijakan ini diharapkan akan memperkuat momentum ekonomi China pada kuartal keempat tahun 2024.
Berkaitan dengan itu, sejumlah lembaga seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Nomura telah meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China. Faktor yang mengakibatkan peningkatan proyeksi tersebut antara lain adalah kinerja ekonomi yang lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya pada kuartal keempat tahun 2024, serta peningkatan investasi di sektor-sektor yang sedang berkembang seperti AI dan komputasi awan. Peningkatan ini juga didorong oleh membaiknya pasar real estat dan saham.
China akan fokus pada pembangunan yang berkualitas tinggi melalui pendekatan yang berpusat pada rakyat. Prioritas pemerintah tahun ini termasuk merangsang permintaan domestik, meningkatkan standar hidup, dan mendorong konsumsi. Selain itu, China juga akan menerbitkan ultra-long special treasury bond guna mendukung program tukar tambah barang konsumen.
Kekuatan produktif baru akan didorong dengan mempertimbangkan kondisi daerah masing-masing, sambil memasuki sektor-sektor baru seperti teknologi kuantum dan ekonomi ketinggian rendah. Investor dan bisnis asing pun melihat peluang baru di China, khususnya dalam industri teknologi yang tangguh di tengah persaingan global. Upaya China untuk memperluas keterbukaan pasar dan meningkatkan lingkungan bisnisnya telah menciptakan peluang besar bagi perusahaan asing yang ingin berinvestasi di negara tersebut.








