Yuddy Renaldi, Direktur Utama Bank BJB, mengajukan permohonan pengunduran diri secara mendadak, yang telah diterima perseroan pada Rabu (4/3). Corporate Secretary Bank BJB, Ayi Subarna, mengkonfirmasi kabar tersebut dan menyatakan perseroan telah menerima surat pengunduran diri Yuddy pada hari tersebut. Keputusan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik dan internal Bank BJB terutama setelah Bank BJB terlibat dalam kasus dugaan korupsi terkait markup dana penempatan iklan. Meski alasan pengunduran diri Yuddy belum diungkapkan, keputusan akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) periode buku 2024.
Yuddy Renaldi, pria kelahiran Bogor tahun 1964, memiliki rekam jejak pendidikan dan karier mencolok di dunia perbankan. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti pada tahun 1990, Yuddy melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta untuk meraih gelar Magister Manajemen. Karir perbankan Yuddy dimulai di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan kemudian bergabung dengan Bank Mandiri. Pada tahun 2019, Yuddy dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama Bank BJB, berkomitmen untuk mengembangkan Bank BJB menjadi bank BUKU IV dengan modal inti di atas Rp30 triliun dan memperkuat pembiayaan untuk UMKM.
Keputusan pengunduran diri Yuddy sebagai Direktur Utama Bank BJB menusuk perhatian publik, dan keputusan final akan ditetapkan dalam RUPST 2024. Publik menantikan hasil keputusan ini, mengingat peran signifikan Yuddy dalam perkembangan Bank BJB. Jika pengunduran diri disetujui, Bank BJB diprediksi akan segera menunjuk pengganti Yuddy untuk menjaga stabilitas perusahaan di tengah isu yang sedang berkembang.








