Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, memberikan peringatan kepada pendatang baru yang ingin mencari peruntungan di Jakarta setelah Lebaran 2025. Dia menegaskan bahwa persaingan di Jakarta tidaklah mudah dan menyarankan para pendatang untuk mempersiapkan diri dengan baik. Meskipun demikian, Pramono menyatakan bahwa Jakarta terbuka bagi siapa pun yang ingin menetap dan memulai kehidupan baru di sana. Namun, hal yang penting adalah untuk memiliki identitas yang sah, seperti KTP, yang harus diurus dengan benar ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Pramono juga menekankan bahwa tidak akan ada operasi yustisi setelah masa mudik Lebaran 2025, dengan pendekatan yang lebih manusiawi. Jakarta telah membuka balai latihan kerja untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sementara itu, Kepala Dukcapil DKI Jakarta, Budi Awaludin, memperkirakan penurunan jumlah pendatang baru ke Jakarta setelah Lebaran 2025, dengan perkiraan antara 10.000 hingga 15.000 orang.
Budi mengingatkan warga Jakarta untuk memastikan identitas kependudukan sesuai dengan domisili, serta melaporkan diri sebagai penduduk pendatang jika tinggal di Jakarta kurang dari satu tahun. Dia juga menyarankan agar warga Jakarta yang mudik tidak membawa kerabat tanpa persiapan yang cukup. Dengan demikian, peduli terhadap ketertiban administrasi kependudukan adalah hal yang penting bagi warga Jakarta.








