Wednesday, January 14, 2026
HomePolitikMengapa Amplop Berisi Masih Ada saat Pilkada Balikpapan 2024?

Mengapa Amplop Berisi Masih Ada saat Pilkada Balikpapan 2024?

Pilkada Balikpapan 2024: Politik Uang Masih Mendominasi

Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Balikpapan pada 27 November 2024, menimbulkan rasa bahagia dan kesedihan bagi masyarakat dan mahasiswa. Politik uang, yang masih merajalela dalam pemilihan umum, terus menjadi sorotan dengan adanya penemuan, pengaduan, dan kesaksian langsung terkait dugaan praktik politik uang selama masa kampanye dan pemungutan suara.

Iming-iming amplop berisi uang atau sembako masih menjadi metode yang lazim digunakan untuk mempengaruhi hasil pemilihan. Hal ini terjadi di berbagai kecamatan di Balikpapan, termasuk di Balikpapan Barat, Balikpapan Utara, Balikpapan Timur, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Selatan. Masyarakat terkadang melaporkan praktik politik uang, namun masih merasa takut dan khawatir.

Sebagai mahasiswa hukum yang peduli dengan demokrasi, saya prihatin dengan respons terbatas terhadap isu politik uang ini. Seharusnya, calon pemimpin daerah memiliki kesadaran diri yang tinggi dan tidak terlibat dalam praktik jual-beli suara. Edukasi mengenai politik dan proses pemilihan umum juga perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat memilih berdasarkan pemahaman yang benar.

Undang-undang telah melarang politik uang dalam pemilihan umum, namun implementasinya masih belum maksimal. KPU dan Bawaslu perlu aktif dalam menindaklanjuti laporan dan memastikan integritas pemilihan. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kontestasi politik, bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer