Perlu Peninjauan Ulang Kebijakan untuk Pulihkan IHSG
Seorang ekonom dan Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan bahwa evaluasi ulang terhadap kebijakan yang memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan investor. Tujuannya adalah untuk memulihkan kembali kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah terpengaruh negatif akibat beberapa faktor.
Menurut Nailul, investor asing mulai menarik modalnya dari Indonesia karena mereka menganggap bahwa fundamental ekonomi Indonesia tidak cukup kuat. Akibatnya, IHSG pun merosot. Selain itu, adanya perpindahan arus dana ke Surat Berharga Negara (SBN) juga turut memengaruhi IHSG karena tingginya suku bunga pengembalian SBN di atas 7 persen.
Evaluasi kebijakan terutama terkait APBN sangat penting untuk menghilangkan sentimen negatif di masyarakat dan dunia investasi. Nailul menekankan bahwa pasar SBN harus dievaluasi agar tidak terjadi persaingan yang merugikan likuiditas pasar uang.
Peringkat investasi saham Indonesia juga turun akibat data fiskal yang kurang menggembirakan. Hal ini membuat investor asing melakukan panic selling dan menahan investasinya sambil menunggu kebijakan dari Pemerintah. Dampaknya terasa dengan melemahnya IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Senin.
Dengan demikian, perlu langkah konkret untuk meninjau ulang kebijakan demi mengembalikan kepercayaan masyarakat dan membantu IHSG pulih. Nailul menyarankan agar terus memantau kondisi pasar dan membuat kebijakan yang tepat untuk membawa IHSG kembali ke jalur yang menguntungkan.








