Pasar Saham Indonesia Bergulir Mendatar di Tengah Sentimen Domestik dan Global
Pada Rabu ini, IHSG diprediksi akan bergerak mendatar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan adanya sentimen baik dari dalam negeri maupun global. IHSG membuka perdagangan dengan kenaikan 98,95 poin atau 1,59 persen ke posisi 6.334,57, sementara itu, kelompok saham unggulan Indeks LQ45 naik 16,73 poin atau 2,40 persen ke posisi 714,74.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG akan tetap bergerak dalam tren sideways dalam perdagangan berikutnya. Pelaku pasar masih mencermati pengumuman terkait Danantara dari dalam negeri, mulai dari susunan pengurus hingga rencana investasi. Sementara itu, dari mancanegara, pasar menantikan data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan data Price Consumer Index (PCE) AS.
Pada Senin, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif otomotif, yang menjadi perhatian utama Bursa Wall Street. Data dari lembaga pemeringkat Moody’s menyatakan bahwa kekuatan fiskal AS menuju penurunan berkelanjutan, sementara tingkat kepercayaan konsumen AS juga mengalami penurunan.
Di bursa saham Asia, Nikkei menguat, Shanghai melemah, Kuala Lumpur dan Straits Times semua mengalami kenaikan. Hal ini mencerminkan pergerakan pasar saham global yang beragam di tengah sentimen yang juga beragam dari domestik dan global.








