Terminal Kampung Rambutan bekerja sama dengan Baznas-Bazis DKI Jakarta menyediakan layanan pijat gratis untuk pemudik dan sopir bus dengan memanfaatkan penyandang disabilitas netra sebagai pemijat. Relawan Baznas Bazis DKI Jakarta, Muhammad Syahril Alamsyah, menekankan pentingnya tidak memandang sebelah mata terhadap para penyandang disabilitas ini. Para pemijat tuna netra berasal dari panti sosial yang dikelola oleh Dinas Sosial DKI Jakarta, terdiri dari usia 20-an hingga 50-an tahun dengan delapan orang bertugas setiap harinya.
Mereka dibagi menjadi dua shift kerja, masing-masing shift terdiri dari empat orang dan melayani pemudik, sopir bus, serta masyarakat umum di Terminal Kampung Rambutan. Layanan ini telah beroperasi sejak 26 Maret 2025 dan juga tersedia di Terminal Pulo Gebang dan Stasiun Pasar Senen. Salah satu pemijat, Neneng, menyatakan kebahagiannya dapat berpartisipasi dalam program ini sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan rasa percaya diri.
Selain itu, layanan ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat namun juga memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk terlibat dalam kegiatan produktif. Pada puncak arus mudik, jumlah penumpang di Terminal Kampung Rambutan mencapai 3.324 orang pada H-3 Lebaran tahun ini. Para disabilitas tuna netra ini juga merencanakan untuk merayakan Lebaran di Jakarta sebelum pulang kampung setelah kegiatan di terminal selesai. Semangat dan kontribusi mereka dalam memberikan layanan pijat di terminal ini merupakan contoh nyata dari inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat.








