Gempa dahsyat yang melanda Myanmar telah menelan korban jiwa sebanyak 2.719 orang, dengan 4.521 orang lainnya mengalami luka-luka dan lebih dari 400 orang masih belum ditemukan, berdasarkan laporan China Central Television (CCTV) pada Selasa. Data sebelumnya yang dikutip oleh Kantor Berita Xinhua pada hari sebelumnya menyebutkan bahwa korban tewas mencapai lebih dari 2.000 orang, dengan sekitar 3.900 orang lainnya terluka dan 270 orang masih hilang. Pemerintah Myanmar juga mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari sebagai respons terhadap gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo. Sejumlah negara termasuk Indonesia, Rusia, India, China, Thailand, Uni Emirat Arab, dan PBB telah mengirim tim pencarian dan penyelamatan serta bantuan kemanusiaan ke Myanmar. Tim penyelamat lokal juga bertekad untuk menangani dampak gempa di Myanmar.








