Thursday, June 11, 2026
HomeFinansialTanggapan Terhadap Tarif Impor Baru Trump dan Komitmen BI untuk Kestabilan Rupiah

Tanggapan Terhadap Tarif Impor Baru Trump dan Komitmen BI untuk Kestabilan Rupiah

Bank Indonesia (BI) secara keras menegaskan tekadnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam merespons kebijakan tarif impor terbaru dari Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan melalui optimalisasi instrumen triple intervention guna memastikan ketersediaan likuiditas valuta asing untuk kebutuhan perbankan dan dunia usaha, serta untuk mempertahankan kepercayaan pelaku pasar. Triple intervention ini mencakup intervensi di pasar valuta asing, baik transaksi spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Bank Indonesia terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik pasca pengumuman kebijakan tarif Trump yang baru pada 2 April 2025. Pasca pengumuman tersebut, diikuti oleh pengumuman retaliasi tarif oleh Tiongkok pada 4 April 2025, pasar keuangan bergerak dinamis. Terjadi pelemahan pasar saham global dan penurunan yield US Treasury hingga mencapai level terendah sejak Oktober 2024.

Di tengah situasi pengumuman tarif AS, kegiatan operasional moneter oleh Bank Indonesia pada pekan ini dihentikan karena libur nasional dan cuti bersama tahun 2025 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri dan Hari Suci Nyepi. Kegiatan operasional Bank Indonesia dijadwalkan untuk kembali ke normal pada 8 April 2025.

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan kenaikan tarif minimal 10 persen ke banyak negara, termasuk Indonesia, terhadap impor barang-barang. Indonesia berada di urutan kedelapan pada daftar negara yang terkena dampak, dengan kenaikan tarif sebesar 32 persen. Sebanyak 60 negara akan menghadapi tarif timbal balik setengah dari tarif yang mereka terapkan terhadap AS. Bukan hanya Indonesia, tetapi Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand juga termasuk dalam negara-negara Asia Tenggara yang terkena dampak tarif dagang AS.

Trump menyebutkan bahwa tujuan dari tarif timbal balik tersebut adalah untuk menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Menurutnya, AS telah dirugikan oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. Penetapan tarif oleh Trump dilakukan dalam acara “Make America Wealthy Again” di Rose Garden, Gedung Putih.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer