Meta Memfasilitasi Orang Tua untuk Ikut Menjaga Ruang Digital Anak
Dalam meningkatkan perlindungan bagi pengguna platform media sosial yang masih remaja, perusahaan teknologi Meta bergerak untuk melibatkan orang tua dalam menjaga keamanan ruang digital anak-anak mereka. Wakil Presiden dan Kepala Keamanan Global Meta Antigone Davis menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam memastikan remaja dapat menggunakan platform media sosial dengan aman.
Menurut Davis, remaja memerlukan pengawasan yang bertanggung jawab untuk memastikan pengalaman positif secara digital. Meta memperkenalkan Akun Remaja di Instagram, sebagai upaya untuk membatasi interaksi remaja dengan orang asing dan konten negatif. Akun Remaja memungkinkan orang tua untuk mengatur penggunaan Instagram anak-anak, termasuk pengaturan waktu akses aplikasi.
Fitur pengaturan akses siaran langsung bagi pemilik akun di bawah usia 16 tahun juga diperkenalkan oleh Meta. Orang tua diberikan alat pengawasan tambahan untuk memantau aktivitas anak-anak mereka. Pengaturan waktu layar dan mode malam menjadi fasilitas yang dapat diatur oleh orang tua melalui Akun Remaja.
Akun Remaja ini disediakan khusus untuk pengguna Instagram berusia 13 hingga 17 tahun, dengan pengaturan tersebut telah diterapkan di Amerika Serikat sejak September 2024. Davis menyebutkan bahwa kehadiran Akun Remaja di Amerika Serikat telah membantu banyak orang tua dalam menjaga anak-anak mereka dalam ruang digital, serta berhasil menurunkan aktivitas remaja di platform media sosial pada malam hari.
Fitur-fitur perlindungan tambahan juga dilengkapi dalam Akun Remaja, seperti pengaturan privasi yang ketat, pengaturan pesan yang lebih terbatas, hingga fitur Mode Tidur yang membatasi penggunaan Instagram setelah 60 menit. Selain itu, fitur anti-perundungan seperti Hidden Words juga aktif otomatis untuk menyeleksi kata-kata atau frasa yang berpotensi merugikan dalam komentar dan pesan.
Dengan berbagai fitur yang disediakan oleh Meta, diharapkan Akun Remaja dapat membantu pengguna platform media sosial yang masih remaja untuk berinteraksi dengan aman dan positif secara digital. Langkah ini juga sejalan dengan upaya mencegah konten negatif dan interaksi berbahaya dalam lingkungan digital anak-anak dan remaja.








