PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok mengonfirmasi adanya kemacetan yang terjadi di sekitar pelabuhan akibat peningkatan aktivitas bongkar muat kontainer. Eksekutif General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, mitra, dan pihak terkait atas dampak kemacetan tersebut. Peningkatan volume barang terjadi setelah periode arus mudik Lebaran dan pembatasan lalu lintas kembali normal. Adi menjelaskan bahwa padatnya aktivitas bongkar muat disebabkan oleh peningkatan arus barang yang terjadi bersamaan setelah periode pembatasan. Upaya terus dilakukan untuk menjaga kelancaran operasional dan layanan pelanggan, termasuk koordinasi dengan pihak kepolisian agar kemacetan dapat diurai dengan optimal. Tindakan pengalihan lalu lintas truk ke pintu pos 9 dilakukan untuk mengurangi kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok. Pelindo juga memberikan dukungan dengan menyediakan minuman dan makanan untuk para sopir truk guna mencegah kelelahan. Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Martha Catur, mengungkapkan bahwa penumpukan barang di dalam pelabuhan menjadi penyebab kemacetan di sekitarnya. Pihak kepolisian sudah melakukan berbagai upaya, termasuk pengalihan arus lalu lintas. Kemacetan mulai terjadi sejak pagi hingga sore hari, meskipun telah mengalami pencairan. Jumlah peti kemas yang besar dan kapasitas area yang terbatas menjadi salah satu faktor utama terjadinya kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Pelindo Akui Macet karena Meningkatnya Bongkar Muat di Tanjung Priok: Penyebab & Solusi
RELATED ARTICLES








