Friday, May 15, 2026
HomeBeritaPanduan Menanam dan Budidaya Pohon Matoa untuk Lomba Kemenag

Panduan Menanam dan Budidaya Pohon Matoa untuk Lomba Kemenag

Setiap 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai momen untuk merenungkan pentingnya menjaga kelestarian alam. Dalam peringatan Hari Bumi tahun 2025, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam lomba penanaman pohon matoa. Lomba ini tidak hanya sebagai simbol cinta lingkungan, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam menjaga ekosistem bumi. Pohon matoa dipilih karena mudah tumbuh, cepat berbuah, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Melalui lomba ini, Kemenag mengajak setiap individu untuk turut serta dalam pelestarian alam sambil berbagi semangat melalui media sosial dengan menanam langsung pohon matoa.

Jika Anda ingin menanam pohon matoa dari benih, ada langkah-langkah mudah yang bisa diikuti. Benih pohon matoa termasuk jenis benih rekalsitran yang harus direndam selama 15-30 menit sebelum ditanam. Pilih benih yang tenggelam karena menandakan kualitas benih yang baik. Setelah direndam, biji matoa perlu dikeringkan di bawah sinar matahari langsung sebelum ditanam dalam polybag yang berisi campuran tanah dan pupuk. Selain itu, persiapkan lahan untuk menanam bibit pohon matoa dengan membersihkan rumput atau tanaman pengganggu, membuat lubang tanam berisi pasir dan kompos, serta menanam bibit matoa yang telah tumbuh sekitar 40-50 cm.

Untuk menjaga tanaman matoa agar berkembang dengan baik, lakukan penyulaman, penyiangan, pemupukan, penyiraman, pemberantasan OPT, dan pemangkasan cabang yang tidak produktif. Pohon matoa yang dibudidayakan dari biji biasanya mulai berbuah sekitar 6 tahun setelah penanaman. Pemanenan buah matoa dilakukan dengan memotong pangkal bonggol buah menggunakan gunting besi. Dengan demikian, penanaman pohon matoa tidak hanya sebagai langkah pelestarian alam namun juga sebagai investasi masa depan dalam menjaga ekosistem bumi.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer