Monday, July 20, 2026
HomeBursaIHSG Diprediksi Menguat: Pasar Cermati Data Inflasi Domestik

IHSG Diprediksi Menguat: Pasar Cermati Data Inflasi Domestik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan menguat dalam perdagangan berikutnya. Hal ini didukung oleh pencermatan pelaku pasar terhadap data inflasi Indonesia periode April 2025. IHSG dibuka dengan kenaikan 44,31 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.811,11, sedangkan indeks LQ45 naik 6,36 poin atau 0,84 persen ke posisi 767,87. Meskipun terdapat potensi penguatan lebih lanjut, namun kenaikan IHSG diperkirakan akan terbatas menurut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas di Jakarta.

Data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia periode April 2025 menjadi sorotan dari dalam negeri. Data ini dianggap penting untuk mengonfirmasi perlambatan konsumsi domestik, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk penurunan jumlah pemudik selama periode Lebaran 2025. Selain itu, data indeks manufaktur PMI April 2025 juga menjadi perhatian, dengan PMI manufaktur tercatat di angka 52,4 pada Maret 2025, menunjukkan masih adanya ekspansi.

Dari mancanegara, sentimen pasar terbantu dengan meredanya kekhawatiran terkait kebijakan tarif dari Presiden AS Donald Trump yang mungkin menghambat pertumbuhan ekonomi. Namun, ketidakpastian terkait perubahan kebijakan perdagangan AS tetap membayangi, meskipun laporan keuangan umumnya positif. Laporan terbaru tentang klaim pengangguran mingguan AS menunjukkan peningkatan PHK yang lebih tinggi dari perkiraan, memberi sinyal bahwa tarif mulai berdampak pada pasar tenaga kerja.

Di kawasan Eropa, indeks FTSE 100 di Inggris mencatat rekor kemenangan 13 sesi berturut-turut, menyamai rekor tahun 2017, meskipun cenderung datar. Bursa saham Eropa lainnya, termasuk Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol, libur karena Hari Buruh Internasional. Sementara di Asia, Bank Sentral Jepang (BOJ) kembali mempertahankan suku bunga di level 0,5 persen pada pertemuan Mei 2025, sekaligus menurunkan proyeksi PDB tahun 2025 menjadi 0,5 persen dari proyeksi sebelumnya.

Wall Street AS ditutup menguat, didorong oleh laporan keuangan solid dari teknologi Microsoft dan Meta. Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq semuanya mengalami kenaikan. Di bursa saham regional Asia, Nikkei menguat sementara Shanghai, Kuala Lumpur, dan Strait Times mengalami penurunan. Seluruh data ini menjadi fokus pelaku pasar dalam mengikuti perkembangan pasar secara global.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer