PT PAM Mineral Tbk mencatatkan kenaikan signifikan dalam laba tahun berjalan sebesar 1.473,69 persen year on year (yoy) menjadi Rp193,13 miliar pada kuartal I-2025, dibandingkan dengan Rp12,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ini dikarenakan pertumbuhan penjualan yang mencapai 365,68 persen (yoy) menjadi Rp543,91 miliar pada kuartal yang sama. Meskipun harga acuan nikel domestik mengalami penurunan sejak awal semester II-2024, perseroan berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan efisiensi produksi yang konsisten.
Ruddy Tjanaka, Direktur Utama NICL, menyatakan kepuasannya atas pencapaian kinerja operasional dan keuangan perseroan di kuartal pertama tahun 2025. Diperkirakan harga nikel akan tetap fluktuatif dipengaruhi oleh perang dagang antara AS dan China, serta kelebihan pasokan yang dapat menekan harga nikel. Namun, kebijakan positif dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam tidak melakukan pemotongan kuota bijih nikel di dalam negeri memberikan harapan bagi pasar nikel domestik.
Terkait dengan perubahan kebijakan, Perseroan siap menghadapinya dengan melakukan efisiensi produksi guna memberikan margin yang optimal. Dalam komitmennya untuk pertumbuhan berkelanjutan, Perseroan akan melanjutkan kegiatan pengeboran, peningkatan mutu, pengembangan sumber daya, dan penerapan prinsip ESG dan GCG. Tindakan ini dilakukan sebagai langkah untuk optimalisasi nilai tambah perusahaan di tengah kondisi pasar yang terus berubah.








