Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada Rabu sore berkat adanya sinyal positif dari proses negosiasi tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China. IHSG ditutup naik 0,41 persen menjadi 6.926,23, sementara indeks LQ45 naik 0,30 persen menjadi 777,05. Para pelaku pasar mengamati perkembangan positif ini setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan perwakilan dagang AS Jamison Greer mengonfirmasi persiapan pertemuan dengan delegasi China. Pernyataan tersebut memberikan harapan bahwa negosiasi tarif antara AS dan China akan berjalan lebih lancar, mengurangi ketegangan perdagangan antara kedua negara. Di samping itu, Bank Sentral China (PBOC) juga memotong suku bunga 50 basis poin untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, sementara para pelaku pasar dalam negeri menunggu hasil rapat Federal Open Meeting Committee (FOMC) bank sentral AS The Fed. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga mengungkapkan rencana pemerintah dalam menerapkan kebijakan stimulan ekonomi guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, data perdagangan saham juga menunjukkan bahwa sektor-sektor barang baku, energi, dan teknologi mengalami kenaikan, sementara sektor industri, transportasi & logistik, dan infrastruktur mengalami penurunan. Saham-saham yang menguat dan melemah juga mencerminkan dinamika pasar saham Indonesia pada hari tersebut. Di sisi regional, bursa Asia juga mengikuti tren positif, dengan indeks Nikkei melemah, indeks Shanghai dan Kuala Lumpur menguat, serta indeks Strait Times sedikit naik. Selain itu, data perdagangan saham menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi dengan jumlah saham yang diperdagangkan senilai Rp15,61 triliun. Semua hal ini memberikan gambaran bahwa pasar saham Indonesia dan regional Asia mengalami sentimen yang positif dan stabil, mencerminkan kondisi ekonomi global yang terus berkembang.








