Produksi beras Indonesia mencapai puncaknya dengan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 3,7 juta ton, yang merupakan yang tertinggi dalam 57 tahun terakhir. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sangat bangga akan pencapaian ini yang menempatkan Indonesia sebagai negara terdepan di kawasan ASEAN dalam produksi beras. Data resmi Perum Bulog menunjukkan bahwa stok tersebut adalah hasil kerja keras dari semua pihak, mulai dari petani hingga pemerintah pusat dan daerah, serta Bulog sendiri. Dengan produksi beras Indonesia yang diperkirakan mencapai 34,6 juta ton, negara ini secara resmi menjadi produsen beras terbesar di Asia Tenggara, melampaui Thailand dan Vietnam.
Menurut laporan United States Department of Agriculture (USDA), Indonesia menempati posisi puncak produksi beras di kawasan Asia Tenggara. Produksi beras Indonesia untuk musim tanam 2024/2025 diperkirakan akan terus meningkat menjadi 3,7 juta ton, yang merupakan rekor baru dalam sejarah ketahanan pangan nasional. Tembusnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,7 juta ton ini menunjukkan keberpihakan negara pada petani dan sistem pangan yang semakin kuat dari hulu hingga hilir.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kebijakan afirmatif pemerintah, termasuk program tambahan subsidi pupuk, penguatan alsintan, dan digitalisasi pertanian. Dalam mengantisipasi lonjakan serapan Bulog, pemerintah telah menambah 25.000 gudang prioritas di seluruh Indonesia. Stok beras yang tinggi ini juga akan menjadi cadangan strategis nasional serta alat kendali dalam menjaga stabilitas harga di pasar.
Pemerintah optimistis bahwa tren positif dalam produksi beras akan berlanjut seiring dengan percepatan tanam musim kedua. Langkah-langkah stabilisasi pangan akan terus diperkuat melalui sinergi lintas lembaga dalam penyerapan, distribusi, dan pengendalian harga. Keberhasilan ini dipuji sebagai hasil dari kebijakan yang tepat dari Presiden Prabowo Subianto, yang menunjukkan keberpihakan pada petani Indonesia dan menjadikan negara ini tidak hanya menuju swasembada, tetapi juga menjadi calon eksportir beras global.








