Sunday, April 12, 2026
HomeBisnisInovasi Digital Pariwisata: Kunci Untuk Menarik Wisatawan

Inovasi Digital Pariwisata: Kunci Untuk Menarik Wisatawan

Indonesia menegaskan bahwa inovasi digital pariwisata sangat penting dalam era digital saat ini untuk menarik wisatawan yang semakin mengandalkan teknologi. “Inovasi Digital Pariwisata” merupakan penerapan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman wisata, efisiensi operasional, dan daya saing destinasi pariwisata. Hal ini disampaikan delegasi Indonesia yang diwakili oleh KBRI Pretoria dalam acara “The 2nd G20 Tourism Working Group” (TWG) di Durban, Afrika Selatan. Sebagai bagian dari anggota G20, Indonesia menggunakan kesempatan dalam pertemuan tersebut untuk menunjukkan komitmennya dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan inovatif, serta untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata unggulan di dunia.

Negara-negara anggota G20 dan negara undangan lainnya seperti Irlandia, Nigeria, Belanda, Norwegia, Singapura, dan Uni Emirat Arab (UAE) juga turut berpartisipasi dalam pertemuan tersebut yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Departemen Pariwisata Afrika Selatan, Nkhumeleni Victor Vele. Selain itu, hadir pula organisasi internasional seperti Bank Pembangunan Afrika (Africa Development Bank/AfDB), Komunitas Pembangunan Selatan Afrika (Southern Africa Development Community/SADC), dan UN Tourism. Dalam pertemuan ini, menteri Pariwisata Afrika Selatan, Patricia de Lille, menyoroti kebanggaan Afrika Selatan sebagai tuan rumah G20 dengan tema “Solidarity, Equality, and Sustainability” yang sejalan dengan Agenda 2063 Uni Afrika.

Selama pertemuan, dibahas empat isu prioritas yaitu kecerdasan buatan (AI) dan inovasi yang berfokus pada manusia, konektivitas udara untuk perjalanan yang lancar, pembiayaan dan investasi pariwisata untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan, serta peningkatan ketahanan dalam pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. TWG G20 ke-2 juga menegaskan pentingnya mengatasi risiko terkait tantangan global seperti pandemi, bencana alam, perang, dan lainnya, dengan mengembangkan sistem yang mendukung komunitas yang kuat. Dalam hal ini, penting untuk memiliki pendekatan holistik yang mencakup infrastruktur yang siap, koordinasi yang baik, pelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan kesinambungan bisnis di sektor pariwisata.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer