PT Jakarta International Container Terminal (JICT) akan segera mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti temuan minor yang berkaitan dengan keselamatan kerja saat proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Direktur Utama JICT, Ade Hartono, menekankan bahwa keselamatan kerja merupakan prioritas utama di tengah tingginya aktivitas logistik di Pelabuhan Tanjung Priok. Ade Hartono juga menyatakan komitmennya dalam terus meningkatkan standar keselamatan di lingkungan kerja, dengan tujuan mencapai zero accident dan zero finding.
Dalam audit terbarunya terkait Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), JICT berhasil mencapai skor 93,98 dengan kategori Memuaskan. Selama proses audit tersebut, terdapat 10 temuan minor namun tidak ada temuan mayor atau kritikal yang dilaporkan oleh auditor. Ade Hartono percaya bahwa penerapan SMK3 yang baik tidak hanya memberikan keamanan bagi pekerja dan pengguna jasa, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi dan produktivitas perusahaan.
Audit SMK3 ini dianggap sebagai indikator penting dalam menilai tingkat kepatuhan perusahaan terhadap regulasi Kementerian Ketenagakerjaan dan juga sebagai bentuk dukungan JICT terhadap program pemerintah dalam menciptakan budaya K3 di sektor logistik dan kepelabuhanan. Dengan komitmen kuat untuk terus meningkatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, JICT berupaya menjaga standar kualitas yang tinggi dalam aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.








