Friday, April 17, 2026
HomeBursaPakar Tambang: Kenapa Harga Emas Meningkat karena Geopolitik

Pakar Tambang: Kenapa Harga Emas Meningkat karena Geopolitik

Harga emas dunia saat ini mencapai kisaran 3.200 dolar AS per troy ounce karena faktor geopolitik global. Konflik antara negara-negara seperti Rusia-Ukraina, Israel-Hamas, Israel-Hizbullah, Pakistan-India telah membuat harga emas signifikan. Menurut pakar tambang Edi Permadi, risiko geopolitik memberi kontribusi signifikan terhadap kenaikan harga emas tahun ini berdasarkan Gold Return Attribution Model (GRAM) yang dikembangkan oleh World Gold Council. GRAM menyebut risiko geopolitik berperan 5,15 persen dalam kenaikan harga emas tahun ini.
JP Morgan memperkirakan harga emas bisa mencapai 4.000 dolar AS per troy ounce di tahun depan. Kenaikan harga emas juga dipengaruhi oleh keputusan Amerika Serikat untuk menempatkan emas sebagai Aset Tier I, meningkatkan permintaan emas dari perbankan. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, emas menjadi komoditas yang dicari karena permintaan yang tinggi dan pasokan yang terbatas.
Di Indonesia, pembentukan Bullion Bank dan peningkatan produksi emas nasional dari PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Internasional,Tbk (AMMAN) juga turut memperkuat harga emas. Namun, Edi mengingatkan bahwa perusahaan tambang harus memperhatikan aspek lingkungan, sosial, tata kelola, dan kegiatan eksplorasi untuk mewujudkan pertambangan berkelanjutan. Eksplorasi sangat penting untuk menambah sumber daya dan meningkatkan status dari sumber daya menjadi cadangan tambang.PT J Resources Asia Pasifik berhasil meningkatkan produksi emas dari 94 koz pada 2023 menjadi 101 koz pada 2024 dengan mengelola dua tambang berproduksi di Indonesia dan satu tambang emas di Malaysia.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer