Jakarta memiliki potensi besar di sektor pariwisata, namun masih tertinggal dari daerah lainnya. Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memiliki pusat seni yang dapat dinikmati oleh wisatawan setiap hari. Menurutnya, Jakarta perlu memiliki pusat seni untuk memberikan hiburan kepada wisatawan dan memberikan kesempatan bagi para seniman untuk pentas serta meraih kesejahteraan.
Yudha menyatakan bahwa saat ini, ketika wisatawan berkunjung ke Jakarta, mereka tidak menemukan pentas seni yang bisa dinikmati setiap hari. Hal ini menjadi perhatian Dinas terkait untuk memikirkan solusi dan pengembangan tersebut. Dengan adanya pusat seni, Yudha berpendapat bahwa para seniman bisa mendapatkan pemasukan yang layak sehingga bisa bekerja dengan sejahtera.
Meskipun Jakarta memiliki potensi besar di bidang pariwisata, namun masih kalah dengan daerah lain seperti Bali dengan Tari Kecak, Bandung dengan Saung Angklung Udjo, dan beberapa daerah lainnya. Yudha menegaskan pentingnya ekosistem seni yang hidup untuk mewujudkan kesejahteraan bagi para seniman. Ia juga mengusulkan agar Dinas Kebudayaan DKI Jakarta segera merealisasikan pusat kesenian Jakarta sebagai impian para seniman untuk menampilkan karya seninya.
Menurut Yudha, dengan ekosistem seni yang berjalan dengan baik, tidak akan diperlukan anggaran untuk membayar para seniman karena penghasilan bisa didapatkan dari tiket dan sumber lainnya. Pusat seni Jakarta harus dikelola dengan profesional dan maksimal agar dapat memberikan manfaat secara optimal. Kesimpulannya, Yudha menekankan pentingnya penetapan pusat seni Jakarta sebagai langkah untuk mengembangkan potensi seni dan budaya di ibu kota.








