Jakarta – Wakil Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Immanuel Ebenezer, menyampaikan pesan penting bahwa kampus seharusnya menjadi tempat untuk intelektualisme, bukan sebagai tempat yang penuh dengan perilaku tidak pantas seperti kasus dugaan pelecehan yang melibatkan eks Rektor Universitas Pancasila berinisial ETH. Penegasan ini disampaikan saat audiensi dengan Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila di Jakarta. Noel juga mengekspresikan keprihatinannya terhadap kasus pelecehan seksual ini, menekankan bahwa kampus harus memiliki komitmen untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Ia berharap audiensi ini dapat mencapai solusi terbaik bagi para korban yang juga mengalami dampak struktural terkait pekerjaan mereka. Noel juga menyatakan dukungannya untuk menangani kasus pelecehan seksual dengan serius. Sementara itu, korban pelecehan seksual yang hadir dalam audiensi juga menyoroti ketidakdukungan yang mereka rasakan dari pihak kampus.
Sebelumnya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan juga mencatat bahwa pihaknya akan mengawal kasus dugaan pelecehan yang melibatkan Rektor nonaktif Universitas Pancasila berinisial ETH. Dia menegaskan bahwa kementeriannya akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan kasus tersebut. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kasus pelecehan tersebut dapat diselesaikan dengan adil dan tuntas tanpa meninggalkan korban merasa tidak didukung.








