PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui penambahan kegiatan usaha baru berupa aktivitas pengelolaan kapal dengan standar pemeliharaan internasional melalui PT Energi Maritim Internasional (EMI). Langkah ini diambil untuk memperkuat kegiatan usaha perseroan dalam mengelola kapal, baik milik grup perseroan sendiri maupun kapal milik perusahaan lain. Manajemen HUMI optimistis bahwa pendapatan dari kegiatan usaha pengelolaan kapal ini dapat mencapai Rp5,33 miliar pada semester II-2025, dengan angka tambahan pendapatan mencapai Rp10,67 miliar setiap tahunnya pada periode 2026-2029.
Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat, menyampaikan bahwa dengan pengalaman dan portofolio yang dimiliki dalam mengelola kapal, perseroan akan menawarkan jasa pengelolaan kapal kepada pihak ketiga dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, peluang bisnis dari peningkatan produksi Liquified Natural Gas (LNG) yang menjadi target pemerintah hingga dua kali lipat pada tahun 2030 juga menjadi proyeksi yang positif bagi HUMI. Hal ini akan memperkuat posisi persaingan bisnis perseroan dalam industri kemaritiman serta industri lainnya.
HUMI berencana untuk mengoptimalkan seluruh segmen pasar pada tahun 2025, termasuk angkutan LNG, Oil & Chemical Tanker, FSO, harbour tug, pengawakan awak kapal, dan pelatihan awak kapal. Perseroan juga akan terus meningkatkan penerapan aspek keberlanjutan dan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh lini usahanya, dengan ambisi menjadi ESG Leader di industri pelayaran pada tahun 2029.
Sementara itu, pada tahun 2025, HUMI menargetkan akan melakukan akuisisi terhadap 10 kapal baru serta pengembangan LNG logistic support. Perseroan telah menyiapkan anggaran sebesar 39,57 juta dolar AS untuk tujuan tersebut. Rencana akuisisi meliputi empat Oil & Chemical Tanker, lima Tugboat, satu Platform Supply Vessel (PSV), dan LNG logistic support guna memperluas armada perseroan.
Hingga kuartal pertama 2025, HUMI telah merealisasikan penambahan dua kapal ke armadanya. Selain itu, HUMI juga telah mengoperasikan 47 kapal milik yang beroperasi secara komersial, termasuk berbagai jenis kapal minyak, kimia, Tugboat, dan lainnya. Perseroan juga telah menyetujui pembagian dividen senilai Rp18,04 miliar, yang mencakup 9,70 persen laba bersih tahun buku 2024 serta alokasi sisa laba bersih untuk pengembangan usaha perseroan ke depan.








