Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan kepada Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, untuk menjaga rekening nasabah agar tidak disalahgunakan untuk tindak pidana. Ivan Yustiavandana menyampaikan bahwa presiden mendukung upaya menjaga kepentingan nasabah agar tidak dirugikan oleh kepentingan kriminal. Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Ivan Yustiavandana di Istana Kepresidenan membahas berbagai isu, termasuk kebijakan pemblokiran rekening oleh PPATK.
Selain itu, pembicaraan juga dilakukan mengenai dampak pemblokiran terhadap rekening tidak aktif dan cara menghidupkan kembali rekening yang tidak bermasalah. Ivan Yustiavandana juga menyebut bahwa Presiden memberikan arahan kepada PPATK terkait berbagai masalah, meskipun tidak merinci isi dari arahan tersebut.
PPATK baru-baru ini membekukan sementara 28.000 rekening yang dianggap pasif sepanjang 2024, dengan tujuan mematuhi Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Langkah ini diambil untuk mencegah penyalahgunaan rekening pasif untuk kegiatan ilegal seperti judi online, penipuan, dan perdagangan narkotika.
Ivan Yustiavandana juga mengungkapkan perputaran dana judi online yang mencapai angka yang mencengangkan, dan optimis bahwa dengan intervensi pemerintah, angka tersebut bisa ditekan. Peran PPATK dalam menekan jumlah deposit judi online menjadi fokus dalam upaya pencegahan kegiatan ilegal tersebut. Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Keuangan juga terus dilakukan demi menciptakan lingkungan keuangan yang bersih dan aman bagi semua pihak.








