Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Selatan telah melakukan pemangkasan sebanyak 47 pohon yang rawan sempal untuk mencegah potensi tumbang. Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Selatan, Djauhar Arifien, menyatakan bahwa pemangkasan ini dilakukan berdasarkan hasil monitoring dan usulan masyarakat melalui kelurahan. Proses penopingan ini juga dapat dilakukan berdasarkan laporan atau aduan masyarakat melalui aplikasi Cepat Respons Masyarakat (CRM). Dengan adanya cuaca yang sering hujan dan disertai angin kencang, penting untuk melakukan pemangkasan pohon sebagai upaya memastikan keamanan warga.
Penopingan dilakukan di dua kecamatan, Cilandak dan Kebayoran Baru, dengan rincian sembilan pohon dipangkas di Jalan Madrasah dan Jalan Cendrawasih IV, Kelurahan Gandaria Selatan. Selain itu, ada juga pemangkasan pohon di Jalan Taman Wijayakusuma Raya, Jalan Swakarya Bawah, Jalan Margasatwa, Jalan Adhiyaksa Raya, Jalan Cipaku, dan Kelurahan Petogogan. Upaya pemangkasan yang dilakukan tidak hanya untuk keamanan warga, namun juga untuk menciptakan lingkungan yang lebih lestari dan indah di Kota Jakarta Selatan.
Seorang warga, Rozak, mengapresiasi pemangkasan pohon yang dilakukan oleh Suku Dinas Tamhut Jakarta Selatan karena dapat mengantisipasi bahaya pohon tumbang yang bisa mengganggu mobilitas warga. Diharapkan, dengan pemangkasan ini, kejadian pohon tumbang saat cuaca buruk dapat diminimalisir. Selama periode April 2025, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Selatan telah berhasil menangani sebanyak 856 pohon rawan sempal dan tumbang.








