Pengemis di sekitar Stasiun Klender Baru, Jakarta Timur, telah menjadi sorotan selama lebih dari delapan tahun bagi masyarakat. Mereka sering terlihat dengan membawa anak yang tertidur, membuat banyak orang merasa khawatir. Pengemis tersebut bahkan terkadang mengenakan kostum badut dan mengajak anak-anak mereka untuk mengemis di sekitar area stasiun. Kehadiran mereka biasanya terjadi pada sore hari hingga malam, menunggu di sekitar Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di daerah Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.
Para pengguna angkutan umum, seperti Yuliana dan Rama, mengaku sering melihat pengemis dengan anak tidur di sekitar Stasiun Klender Baru. Mereka merasa curiga terhadap kondisi tersebut namun tidak memiliki informasi yang pasti. Terkait dengan masalah ini, petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Timur telah melakukan penjangkauan terhadap pengemis tersebut. Saat akan dijaring, pengemis bahkan menangis histeris dan mendapat belaian dari preman di sekitar area tersebut.
Pengemis tersebut dilaporkan memiliki suami yang bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot). Dengan mendapat edukasi dari petugas, pengemis akhirnya diminta untuk pergi dari Stasiun Klender Baru guna mencegah terjadinya kericuhan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun laporan terkait perilaku pengemis ini telah diterima berulang kali, petugas terus berupaya mengatasi masalah ini agar lingkungan sekitar stasiun tetap aman dan nyaman bagi semua pengguna transportasi.








