Sunday, April 12, 2026
HomeFinansialLangkah Mendorong Ekonomi Sirkular di Sektor Keuangan

Langkah Mendorong Ekonomi Sirkular di Sektor Keuangan

Pelaku sektor keuangan dapat mengambil tiga langkah strategis untuk mendukung pengembangan ekonomi sirkular, menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Langkah pertama adalah memperluas akses pembiayaan melalui solusi inovatif yang dapat mengatasi hambatan terkait agunan. Selanjutnya, langkah kedua adalah menciptakan produk-produk keuangan yang mendukung prinsip dan praktik ekonomi sirkular. Kemudian, langkah ketiga adalah memperkuat kapasitas lembaga keuangan, terutama di wilayah pedesaan, untuk meningkatkan pemahaman dalam mengevaluasi model bisnis berbasis ekonomi sirkular, ramah lingkungan, dan nontradisional.

Destry menekankan bahwa dengan dukungan perangkat dan pemahaman yang lebih komprehensif, diharapkan lembaga keuangan dapat melihat potensi nilai jangka panjang dan risiko yang lebih rendah dari model bisnis sirkular. Bank Indonesia juga aktif mendukung pengembangan ekonomi sirkular melalui kebijakan strategis, seperti mendorong sektor hijau dan inklusi keuangan digital bagi petani. Selain itu, bank sentral Indonesia juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga strategis dalam mengembangkan model pembiayaan berbasis klaster, seperti Desa Penglipuran di Bali yang menjadi contoh integrasi pariwisata dan pertanian sirkular dengan dukungan ekosistem pembayaran digital yang inklusif.

Sembari itu, forum internasional Asia-Pacific Rural and Agricultural Credit Association (APRACA) diselenggarakan di Bali dengan tujuan mendorong kerja sama dan pertukaran informasi di bidang pembiayaan pertanian dan pedesaan. Chairman APRACA Qian Wenhui menyatakan tiga makna strategis dari ekonomi sirkular di sektor pertanian, yakni mengatasi keterbatasan sumber daya alam, mendukung ketahanan pangan, dan berkontribusi pada pencapaian target iklim. Penerapan model ekonomi sirkular di sektor pertanian diharapkan dapat mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tambah, serta mengurangi tekanan terhadap lingkungan dan dampak ekologi. Venhui juga menekankan bahwa praktik pertanian berkelanjutan, seperti penggunaan alternatif ramah lingkungan dan sistem tumpang sari, dapat mendukung ketahanan pangan dan pencapaian target iklim dalam konteks emisi karbon serta keanekaragaman hayati.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer