Saturday, December 6, 2025
HomeFinansialTurunnya BI-Rate: BNI Manfaatkan Peluang Likuiditas

Turunnya BI-Rate: BNI Manfaatkan Peluang Likuiditas

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau BNI, melihat peluang dari penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) untuk menguatkan posisi likuiditasnya. Sejak September 2024, BI telah menurunkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin dari 6,25 persen menjadi 5,50 persen. Hal ini memberikan peluang bagi BNI untuk meningkatkan likuiditas dengan strategi fokus pada Dana Pihak Ketiga (DPK) dari segmen ritel. Bank ini juga melakukan langkah strategis dengan memperkuat pendanaan dari sumber non-DPK. Inovasi digital seperti aplikasi wondr dan BNI Direct menjadi langkah BNI untuk menghadirkan dana murah berbasis transaksi, yang diharapkan dapat memperkuat posisi likuiditasnya secara jangka panjang.

Selain itu, BNI tetap menjaga efisiensi struktur biaya pendanaan sebagai perhatian utama. Bank ini terus mengevaluasi komposisi portofolio aset agar tetap optimal. Meskipun demikian, strategi pembiayaan dan kredit di BNI tetap dipertahankan tanpa mengubah arahnya. Melalui strategi ini, BNI berusaha untuk mendorong pertumbuhan aset sambil tetap menjaga kualitas kredit yang baik. Data menunjukkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5 persen year-on-year menjadi Rp819,6 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari dana murah (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 6,3 persen pada kuartal I-2025. Produk tabungan dan giro juga mencatat pertumbuhan yang positif.

Digitalisasi melalui aplikasi wondr by BNI dan BNIdirect disebut memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan CASA, sehingga rasio dana murah meningkat menjadi 70,5 persen terhadap total DPK. Langkah-langkah ini membantu BNI untuk terus meningkatkan likuiditasnya dan tetap bersaing di pasar keuangan. Selain itu, BNI juga terus memberikan edukasi keuangan dan berkontribusi nyata bagi ekonomi nasional.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer