Tuesday, April 14, 2026
HomeLainnyaKemandirian Antariksa Melalui Kemitraan Internasional

Kemandirian Antariksa Melalui Kemitraan Internasional

Kemandirian antariksa menjadi topik utama dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh CIReS FISIP UI. Diskusi ini menyoroti kompleksitas dan urgensi agenda antariksa nasional dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Prof. Semiarto Aji Sumiarto, Dekan FISIP UI, menegaskan bahwa kemandirian antariksa merupakan keharusan strategis untuk memastikan kedaulatan Indonesia di tengah kompetisi antariksa yang semakin intensif.

Prof. Thomas Djamaluddin, Peneliti Ahli Utama BRIN, menekankan bahwa penguasaan teknologi antariksa menjadi syarat mutlak bagi kedaulatan dan daya saing bangsa. Indonesia, yang telah merintis perjalanan keantariksaan sejak 1960-an, kini dihadapkan pada tantangan besar terkait lemahnya tata kelola program antariksa dan terbatasnya pendanaan. Untuk itu, keberpihakan pada kepentingan nasional menjadi prioritas dalam mempercepat langkah strategis ke depan.

Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim menegaskan bahwa kini ruang antariksa menjadi domain strategis yang tak kalah pentingnya dengan wilayah darat, laut, dan udara. Indonesia harus bertransformasi menjadi pengguna aktif dan memperluas Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional untuk memperjelas agenda setting nasional.

Anggarini S., M.B.A., dari Asosiasi Antariksa Indonesia, menyoroti posisi Indonesia yang masih bergantung pada negara lain untuk akses teknologi antariksa. Ia memberikan usulan untuk membangun ekosistem antariksa nasional secara utuh dan mengejar konstelasi satelit LEO sebagai tulang punggung space economy.

Dr. Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, menjelaskan bahwa Indonesia harus membangun kapasitas teknologi, SDM, dan regulasi yang berdaulat dalam sektor antariksa. DPR RI telah mendorong RUU PRUN guna memperkuat kedaulatan vertical sebagai langkah awal menuju ketahanan nasional strategis.

Yusuf Suryanto, S.T., M.Sc., dari Kementerian PPN/Bappenas, menekankan pentingnya kerangka pembiayaan yang kuat, kelembagaan adaptif, dan strategi lintas sektor untuk mencapai kemandirian antariksa. Indonesia perlu kolaborasi lintas aktor, koordinasi pembangunan yang terpadu, dan keberpihakan fiskal yang nyata untuk tidak tertinggal dalam kompetisi ekonomi antariksa global.

Prof. Dr. Fredy B.L. Tobing, Guru Besar FISIP UI, menekankan perlunya Indonesia memperjelas agenda setting nasionalnya dan tidak terjebak sebagai third-tier country. Indonesia harus memperjelas posisinya dalam diplomasi luar negeri dan kerja sama internasional untuk memperkuat peluang yang dimiliki dalam sektor antariksa.

Sumber: Kemandirian Antariksa Sebagai Pilar Kedaulatan: Urgensi RUU Pengelolaan Ruang Udara Nasional Di Tengah Persaingan Global
Sumber: Mewujudkan Kemandirian Antariksa Indonesia Di Tengah Rivalitas Global

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer