Jakarta, 30 Mei 2025 – Lonjakan kasus COVID-19 di Asia Tenggara, seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan Hong Kong, sejak akhir Mei 2025 mengkhawatirkan Kementerian Kesehatan RI. Prof. Tjandra Yoga Aditama dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menyoroti situasi di negara tetangga yang mengalami peningkatan kasus dan kematian secara cepat, menekankan pentingnya kewaspadaan bagi Indonesia.
Prof. Tjandra juga mencatat peningkatan kasus di Brisbane, Australia, termasuk munculnya varian baru NB.1.8.1 selama musim dingin. Untuk menghadapi situasi ini, ia menjelaskan lima langkah penting, termasuk pemantauan kasus, vaksinasi ulang, dan kerja sama regional. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tetap menjadi kunci utama pencegahan.
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene juga mengingatkan masyarakat Indonesia untuk kembali menerapkan protokol kesehatan, termasuk delapan cara mencegah penularan COVID-19. Antara lain, mencuci tangan dengan benar, mendapatkan vaksin, menggunakan masker, menjaga daya tahan tubuh, menghindari kerumunan, menerapkan etika batuk dan bersin, membatasi kontak saat sakit, serta membersihkan rumah secara rutin.
Diharapkan dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan tersebut, masyarakat dapat membantu menekan penularan COVID-19 dan melindungi kelompok rentan dari risiko yang lebih besar. Itulah yang perlu dilakukan mengingat Lonjakan kasus COVID-19 di Asia Tenggara saat ini.








