PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham akan mencapai Rp13,5 triliun pada tahun 2025. Hal ini didorong oleh pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), penguatan kurs rupiah, dan perkembangan positif dalam negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengungkapkan bahwa tren RNTH saham mengalami kenaikan selama tiga bulan terakhir, bahkan mencapai Rp13,29 triliun pada Juni 2025.
Pada periode pekan lalu, RNTH mencapai Rp16,54 triliun, yang membuat RNTH kumulatif tahun 2025 menjadi Rp13,19 triliun. BEI menargetkan RNTH saham mencapai Rp13,5 triliun pada tahun yang sama dan Rp25 triliun pada 2027 sesuai dengan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027. Pada 2024, pertumbuhan RNTH saham mencapai 19,72 persen year on year (yoy), melebihi target sebesar Rp12,25 triliun.
Capaian RNTH saham juga didukung oleh jumlah investor di pasar modal Indonesia yang terus bertambah, mencapai 17.016.329 SID per 3 Juli 2025. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate, suku bunga deposit facility, dan suku bunga lending facility dalam RDG Bulan Juli 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia.








