Perusahaan sektor pertambangan PT PAM Mineral Tbk (NICL) berhasil mencatatkan kinerja positif dengan laba bersih yang meningkat hingga 386,51 persen year on year (yoy) menjadi Rp358,07 miliar pada semester I-2025. Lonjakan laba bersih ini didorong oleh peningkatan penjualan sebesar 152,07 persen (yoy) menjadi Rp1,05 triliun pada periode yang sama. Direktur Utama NICL, Ruddy Tjanaka, mengungkapkan kepuasannya terhadap hasil operasional dan keuangan perusahaan di tengah situasi geopolitik global yang belum stabil. Peningkatan penjualan nikel sebesar 166,46 persen (yoy) dan efisiensi biaya yang tercapai, menjadi faktor pendukung kenaikan laba bersih perusahaan. Sejalan dengan peningkatan laba kotor, NICL telah membagikan dividen interim kepada pemegang saham dan berkomitmen untuk terus melakukan pembagian dividen dengan persetujuan RUPS. Meskipun harga nikel diproyeksikan fluktuatif, NICL melihat adanya peluang strategis di industri nikel domestik dalam menghadapi dinamika pasar global. Total aset perusahaan juga mengalami pertumbuhan pada semester I-2025, menunjukkan stabilitas dan konsistensi kinerja NICL. Pelbagai faktor eksternal mempengaruhi perjalanan perusahaan ke depan, namun NICL optimis dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk terus berkembang.








