PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memilih untuk berhati-hati dalam proses mengantarkan perusahaan untuk menggelar Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia pada tahun 2025. Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Arisandhi Indrodwisatio, menyatakan pentingnya memastikan bahwa proses IPO perusahaan akan memberikan dampak positif dan berkualitas bagi pasar modal Indonesia. Meskipun telah melakukan diskusi dengan beberapa perusahaan tahun ini, Mirae Asset ingin memastikan bahwa IPO yang mereka bawa ke pasar benar-benar baik dan berkualitas. Meskipun proses panjang, Arisandhi yakin bahwa dengan dukungan tim yang ada, Mirae Asset memiliki kemampuan untuk mengantarkan perusahaan menggelar IPO dengan baik. Meskipun belum ada perusahaan yang diantarkan untuk menggelar IPO sepanjang tahun 2025, BEI mencatat adanya 5 perusahaan dalam pipeline yang akan meluncurkan IPO di pasar modal Indonesia. Dari kelima perusahaan tersebut, 4 di antaranya masuk dalam kategori beraset di atas Rp250 miliar, sementara 1 perusahaan beraset di kisaran Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Hingga 18 Juli 2025, telah tercatat 22 perusahaan yang mencatatkan saham (IPO) di BEI dengan dana dihimpun mencapai Rp10,39 triliun. Nampaknya, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, bersama dengan perusahaan lain, terus berupaya untuk memastikan bahwa proses IPO di pasar modal Indonesia berjalan dengan baik dan berkualitas di masa mendatang.








