PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) mencatat laba bersih sebesar Rp459 miliar pada semester I 2025, melebihi target tahunan sebesar Rp444 miliar. Direktur Utama PII, Andre Permana, menyampaikan bahwa kinerja keuangan perseroan telah tumbuh stabil dalam lima tahun terakhir. Selain laba bersih, pertumbuhan ekuitas, aset, dan liabilitas PII juga terjaga dengan baik. Hingga Juni 2025, total ekuitas perseroan mencapai Rp16,97 triliun, digunakan untuk mendukung penjaminan sektor infrastruktur dan program Pemulihan Ekonomi Nasional.
PII juga mempertahankan peringkat kredit tertinggi domestik AAA dan peringkat internasional BBB dengan outlook stabil. Sukses dalam mendukung skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) telah membawa PII meraih penghargaan Public Private Partnership (PPP) Agency of the Year 2025. Kontribusi PII terhadap penerimaan negara juga terus meningkat, dengan membayarkan pajak sebesar Rp115 miliar dan dividen Rp186 miliar pada semester I 2025.
Dengan gearing ratio sebesar 6,2 kali dan leverage PMN mencapai 54 kali, PII memiliki ruang yang cukup untuk memperluas kapasitas penjaminan infrastruktur. Perseroan juga mencatatkan kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan negara sejak 2021. Keberhasilan PII dalam menjaga tata kelola perusahaan dan pengelolaan risiko yang baik membuatnya tetap menjadi salah satu SMV terkemuka di Indonesia.








