Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak mixed (variatif) pada Jumat ini, dengan pelaku pasar mengawasi kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). IHSG dibuka dengan menguat 11,48 poin atau 0,15 persen ke posisi 7.542,38, sementara indeks LQ45 turun 1,55 poin atau 0,19 persen ke posisi 798,25. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas mencatat bahwa perdagangan hari ini diprediksi dinamis. Di dalam negeri, Pemerintah Indonesia masih terlibat dalam pembahasan teknis terkait kesepakatan dagang bilateral dengan AS, mengingat pengumuman joint statement dari Gedung Putih.
Tarif impor untuk produk Indonesia ke AS telah ditetapkan sebesar 19 persen, turun dari sebelumnya yang mencapai 32 persen. Namun, tarif tersebut belum final dan masih bisa diturunkan lebih lanjut untuk beberapa komoditas tertentu. Pelaku pasar juga memperhatikan perkembangan kesepakatan perdagangan antara AS dan Uni Eropa yang dapat mempengaruhi pasar global. Selain itu, ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) juga menjadi sorotan.
Pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 29-30 Juli 2025 sangat dinantikan, di mana diprediksi suku bunga akan dipertahankan meskipun desakan pemangkasan suku bunga dari Trump terus terjadi. Di Eropa, European Central Bank (ECB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 2 persen, di tengah inflasi yang kembali ke target dan ketidakpastian global yang tinggi.
Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan AS merasakan tekanan yang berbeda. Euro Stoxx 50, FTSE 100 Inggris, dan DAX Jerman menguat, sementara indeks CAC Prancis turun. Di Wall Street, indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami kenaikan, sedangkan indeks Dow Jones turun. Di Asia, indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times juga mengalami pelemahan pada pagi ini. Semua faktor ini adalah pertimbangan penting bagi pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi mereka.








