Pasar saham Indonesia menantikan keberlanjutan negosiasi perdagangan dan pertemuan FOMC The Fed pekan depan. IHSG berhasil menguat di tengah ekspektasi pelaku pasar yang bersikap “wait and see” terhadap pertemuan FOMC yang akan datang. Indeks IHSG naik 12,60 poin atau 0,17 persen menjadi 7.543,50, sementara indeks LQ45 turun 5,29 poin atau 0,66 persen menjadi 794,51. Tim Riset Phintraco Sekuritas mencatat bahwa para pelaku pasar sedang menantikan perkembangan negosiasi perdagangan dan pertemuan FOMC. Di pasar regional Asia, mayoritas bursa saham mengalami penurunan di tengah ketegangan antara Thailand dan Kamboja, yang berpotensi mempengaruhi perekonomian kedua negara. Pekan depan, para pelaku pasar akan memperhatikan berbagai agenda global, termasuk negosiasi perdagangan AS-Cina, kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Skotlandia, dan pertemuan FOMC The Fed. IHSG berhasil bertahan di zona positif sepanjang sesi perdagangan, dengan sektor keuangan menjadi yang terkuat dengan kenaikan 1,68 persen. Pada sesi perdagangan tersebut, sejumlah saham mengalami kenaikan, seperti CLAY, FUJI, PGUN, BUVA, dan SMMA. Namun, ada juga sektor yang melemah, terutama sektor barang konsumen kesehatan. Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.433.111 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,25 miliar lembar senilai Rp12,21 triliun. Di pasar regional Asia, berbagai indeks seperti Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times juga mengalami fluktuasi. Keseluruhan, pasar saham regional Asia cenderung melemah.








