Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menunjukkan komitmen serius dalam mengembangkan pariwisata dan budaya sebagai strategi utama untuk mencapai target masuk ke dalam 50 besar Kota Global pada tahun 2029. Salah satu wujud dari strategi ini adalah dukungan penuh terhadap produksi karya kreatif, seperti web series “Gak Konek”. Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyampaikan hal ini saat gala perdana serial web “Gak Konek” di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa proyek seni seperti ini dapat efektif meningkatkan peringkat kota, yang baru saja melonjak 3 skala dari 74 ke 71 dalam Global City Ranking. Target untuk masuk ke dalam 50 besar kota global pada tahun 2029 telah dicanangkan oleh Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
Untuk mencapai target ini, DKI Jakarta telah mengarahkan fokusnya pada pengembangan budaya dan pariwisata sebagai instrumen penting dalam rencana kota. Selain itu, perlu banyak lagi tempat ikonik yang dapat dieksplorasi seperti Pasar Bunga Rawabelong, pasar bunga terbesar di Asia Tenggara. Suharini menekankan pentingnya sentuhan artistik dalam mengemas potensi tempat-tempat ini agar lebih menarik. Ia juga mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam upaya pencapaian target tersebut.
Berbagai tempat ikonik di Jakarta, mulai dari pesona bahari Kepulauan Seribu, keramaian Ancol, hingga keunikan Kota Tua, menjadi inspirasi dari serial digital “Gak Konek” yang disutradarai oleh aktor Marthino Lio. Web series ini dijadwalkan tayang di dua platform, yaitu RCTI+ pada 10 November dan Catchplay+ pada 20 November 2025. Produser Eksekutif Andhika Permata menjelaskan bahwa produksi “Gak Konek” adalah salah satu cara pihaknya, bersama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, untuk mendorong minat wisatawan domestik mengunjungi destinasi lokal Jakarta. Sebagai informasi tambahan, Disparekraf Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah memproduksi dua karya sejenis, yaitu web series Tiba-Tiba Ngeguide (2022) dan Amnesia Romansa (2024).
Dengan fokus pada pengembangan budaya dan pariwisata, DKI Jakarta berharap dapat terus memperbaiki peringkat kota dalam level global dan meningkatkan minat kunjungan wisatawan domestik agar Jakarta semakin dikenal sebagai destinasi pariwisata yang menarik.








