Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut di tengah stabilitas makroekonomi domestik yang terjaga, mencapai level tertinggi baru pada level 9.075,41. Pengamat pasar modal, Reydi Octa, menyoroti arus dana domestik yang dominan sebagai pendorong utama di IHSG, membuat harga saham lebih stabil terhadap gangguan dari luar. Kinerja emiten besar, terutama sektor perbankan dan saham berkapitalisasi besar, juga turut mendukung penguatan IHSG. Meskipun terdapat ketidakpastian dari sentimen luar, seperti kebijakan moneter negara maju dan geopolitik global, dampaknya terhadap pasar saham Indonesia diyakini akan terbatas karena dominasi investor domestik. Sektor-sektor yang menjadi katalisator penguatan IHSG antara lain sektor perbankan, energi, dan saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar. Pada penutupan perdagangan BEI, IHSG menguat 42,83 poin atau 0,47 persen, menempuh level baru tertinggi. Indeks LQ45 juga naik signifikan, menunjukkan perkembangan positif di bursa saham Indonesia. Jumlah frekuensi perdagangan saham, jumlah saham yang diperdagangkan, serta pergerakan harga saham juga menunjukkan tren positif yang diharapkan berlanjut.








