Thursday, February 12, 2026
HomeLintas KotaPramono Abstain from Building New Infiltration Wells to Address Flooding

Pramono Abstain from Building New Infiltration Wells to Address Flooding

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa tidak akan dibuat sumur resapan baru sebagai langkah antisipasi banjir di Jakarta. Pramono menyatakan bahwa pemerintah hanya akan memanfaatkan sumur resapan yang telah ada dan masih dapat digunakan. Upaya penanganan banjir di ibu kota lebih difokuskan pada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi jangka pendek dan normalisasi sungai sebagai langkah antisipasi jangka panjang.

Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta telah membangun sebanyak 29.887 sumur resapan di lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu selama periode 2019-2024 untuk mengurangi genangan atau banjir di Jakarta. Pembangunan sumur resapan tersebut bertujuan untuk mengelola air hujan dan konservasi sumber daya air dengan menyerapkan air ke dalam tanah.

Jumlah sumur resapan yang tersebar di wilayah administrasi Jakarta terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, terdapat 1.316 titik sumur resapan, kemudian bertambah menjadi 1.658 titik pada tahun 2020, dan terus meningkat hingga mencapai 29.887 titik pada periode 2019-2024. Dengan adanya sumur resapan, diharapkan dapat mengurangi limpasan air ke saluran, sehingga membantu mengurangi genangan atau banjir di Jakarta.

Pembangunan sumur resapan merupakan salah satu langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Jakarta. Dengan memanfaatkan sumur resapan yang telah ada, diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir yang kerap terjadi di ibu kota. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga menjadi salah satu strategi antisipasi yang diterapkan oleh pemerintah untuk mengatasi banjir secara efektif. Segala upaya ini dilakukan demi kesejahteraan masyarakat Jakarta dan menjaga kelestarian lingkungan di ibu kota.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer