Presiden Prabowo Subianto telah meminta kepada CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani untuk ikut membantu dalam menyesuaikan bursa Indonesia agar memenuhi standar internasional yang paling tinggi guna menciptakan kepercayaan. Rosan menyatakan bahwa landasan utama adalah bursa harus mematuhi standar internasional tertinggi demi menciptakan kepercayaan. Selain itu, ia menekankan bahwa penyesuaian standar bursa Indonesia harus dilakukan dengan prinsip transparansi karena hal ini penting dalam membangun kepercayaan bagi para investor. Rosan juga membagikan bahwa dalam pertemuan dengan Presiden, bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mereka telah mengusulkan sejumlah langkah terkait dengan MSCI dan keadaan bursa Indonesia. Salah satu usulan yang dibahas adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memperbaiki pasar modal Indonesia serta meningkatkan transparansi.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir sebelumnya juga mengungkapkan bahwa demutualisasi BEI penting untuk memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar modal nasional di tengah volatilitas global yang meningkat. Pandu menjelaskan bahwa reformasi model bursa tersebut akan meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas. Selain itu, demutualisasi akan memperjelas garis tanggung jawab, memperkuat pelaporan, dan meningkatkan integritas pasar modal. Pandu juga menyoroti bahwa perubahan model ini akan mempercepat pengambilan keputusan korporat, menarik investor institusi, asing, dan strategis, serta meningkatkan keterbukaan pasar. Pihak Danantara mengapresiasi dukungan regulator dan parlemen terhadap inisiatif demutualisasi dan berharap proses regulasi akan mendorong penguatan pasar modal pada paruh kedua tahun ini.








