Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menggenjot gerakan pangan murah dan dokter spesialis keliling di wilayah tersebut menjelang Lebaran 2026. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut meninjau pelaksanaan GPM di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, untuk memastikan program tersebut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Program GPM akan semakin ditingkatkan menjelang Lebaran guna menjaga harga komoditas pangan strategis stabil. Selama Februari-Maret 2026, dilaporkan telah dilaksanakan 308 kali GPM di wilayah Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Grobogan. Fasilitasi distribusi yang diberikan oleh Pemprov Jateng berupa bantuan transportasi, kemasan, dan bongkar muat memungkinkan penjualan dengan harga produsen yang lebih murah daripada harga pasar. Berbagai komoditas pangan seperti beras, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, gula pasir, dan lainnya telah tersedia dalam GPM di Grobogan dengan nilai subsidi harga mencapai Rp111 juta.
Selain itu, terkait dengan spesialis keliling dan cek kesehatan gratis, data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah menunjukkan peningkatan jumlah kegiatan spesialis keliling. Capaian cek kesehatan gratis juga mencapai jumlah yang signifikan di Jawa Tengah. Program-program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mereka. Dengan adanya gerakan pangan murah dan layanan kesehatan spesialis keliling, diharapkan masyarakat Jawa Tengah dapat merasakan manfaat nyata yang diberikan oleh pemerintah setempat.








