Wednesday, August 12, 2026
HomeBeritaRupiah Melemah Akibat Eskalasi Baru di Timur Tengah

Rupiah Melemah Akibat Eskalasi Baru di Timur Tengah

Rupiah Melemah Dipicu Eskalasi Baru di Timur Tengah

Harga minyak yang kembali naik akibat eskalasi baru di Timur Tengah turut menekan nilai tukar rupiah pada Senin pagi. Rupiah melemah sebesar 71 poin atau 0,39 persen menjadi Rp18.107 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp18.036 per dolar AS.

Eskalasi Konflik di Timur Tengah dan Dampaknya pada Rupiah

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh eskalasi baru di Timur Tengah. Iran dilaporkan menembakkan sejumlah rudal ke Israel utara pada Ahad malam. Serangan ini terjadi setelah ancaman Iran untuk membalas serangan udara Israel di pinggiran kota Beirut.

Kantor Perdana Menteri Israel melaporkan bahwa mereka menyerang pinggiran kota Beirut selatan di Lebanon sebagai balasan atas penembakan yang dilakukan oleh kelompok Hizbullah. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan udara, konflik semakin meningkat di wilayah tersebut.

Dampak Sentimen Negatif terhadap Rupiah

Sentimen negatif dari kondisi konflik di Timur Tengah turut memengaruhi nilai tukar rupiah. Selain itu, hasil yang lebih baik dari data pekerjaan AS Non-Farm Payrolls (NFP) juga memberikan dampak positif pada mata uang dolar AS.

Lukman Leong menyebutkan bahwa penambahan pekerjaan di sektor pemerintah dan sektor rekreasi dan perhotelan meningkat menjelang Piala Dunia. Berdasarkan berbagai faktor tersebut, perkiraan nilai tukar rupiah diperkirakan berkisar antara Rp18 ribu hingga Rp18.150 per dolar AS.

Hal ini membuat dunia usaha harus melakukan penyesuaian atas pelemahan nilai tukar rupiah. Menteri Keuangan pun menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak akan menuju keadaan yang sama seperti krisis moneter 1997-1998.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer