SMF Salurkan Dana PMN 2025 Sebesar Rp6,68 Triliun untuk Program FLPP
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah melaporkan bahwa dana penyertaan modal negara (PMN) tahun 2025 sebesar Rp6,68 triliun telah sepenuhnya disalurkan untuk mendukung program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo.
Dana PMN untuk Program FLPP
Ananta menjelaskan bahwa PMN yang diterima oleh SMF pada tahun 2025 secara khusus dialokasikan untuk program FLPP dan tidak digunakan untuk kegiatan komersial perusahaan. Total dana PMN tersebut telah disalurkan kepada bank-bank penyalur pada akhir tahun 2025.
Kebutuhan pendanaan SMF untuk program FLPP pada tahun 2025 mencapai Rp8,03 triliun. Selain dari PMN, perseroan juga melakukan penggalangan dana melalui penerbitan surat utang sebesar Rp1,35 triliun untuk menutup kekurangan kebutuhan pendanaan.
Dukungan Program FLPP
Dengan dukungan PMN dan pendanaan tambahan tersebut, program FLPP tahun 2025 ditargetkan dapat mendukung pembiayaan sekitar 194.612 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sejak 2018 hingga 2025, SMF telah menerima total PMN sebesar Rp17,91 triliun dan menerbitkan surat utang senilai Rp16,64 triliun, dengan total dana yang terhimpun mencapai Rp34,37 triliun.
Ananta juga menekankan bahwa dana PMN 2025 telah disalurkan kepada 12 bank penyalur KPR FLPP, dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendapatkan porsi terbesar sebesar Rp5,25 triliun, disusul oleh beberapa bank lainnya.
Manfaat Program FLPP
Penyaluran PMN melalui FLPP memberikan manfaat bagi masyarakat dengan memperluas akses pembiayaan rumah bersubsidi. Selain itu, program ini juga mendukung agenda pemerintah dalam pembangunan tiga juta rumah serta mendorong sektor riil melalui multiplier dari pembangunan rumah.
SMF terus berkomitmen untuk mendukung program-program pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah guna memastikan akses perumahan yang layak dan terjangkau.








