BI Percepat Penyaluran Kredit untuk Pertumbuhan Ekonomi
Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang diambil adalah percepatan penyaluran kredit dengan melibatkan pemerintah, otoritas terkait, perbankan, dan pelaku usaha.
Peningkatan Pertumbuhan Kredit
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa upaya percepatan penyaluran kredit ini didukung oleh Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan sebesar 11,51 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan dengan akhir 2025 yang hanya mencapai 9,69 persen.
Peningkatan pembiayaan sektor produktif ini diharapkan dapat memperkuat aktivitas dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Selain itu, BI juga fokus pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Pengembangan UMKM untuk Daya Saing
UMKM dianggap sebagai salah satu sektor penting yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, BI terus memperkuat pengembangan UMKM agar semakin mampu bersaing di pasar.
Pada tahun 2025, omzet UMKM binaan BI telah mencapai Rp7,02 triliun dengan pertumbuhan yang signifikan. Capaian ini diharapkan terus bertumbuh seiring dengan implementasi Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu.
Dengan berbagai program yang dijalankan, BI optimis dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, meningkatkan nilai tambah UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan turut serta dalam penciptaan lapangan kerja.
Indeks Keyakinan Konsumen Tetap di Level Optimistis
Berdasarkan Survei Konsumen yang dilakukan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juni 2026 masih berada pada level optimistis dengan angka 117,8. Meskipun terjadi fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir, namun IKK tetap di atas 100 yang menandakan optimisme konsumen.
Penting bagi BI untuk terus memantau pergerakan IKK ini guna memahami sentimen konsumen dalam menghadapi kondisi ekonomi. Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam kebijakan yang diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi secara keseluruhan.








